Sunday, January 19, 2020

Menulis


Selamat Hari Senin.

Sejujurnya, saya bukan orang yang suka menulis tentang apa yang biasa saya lakukan sehari-hari. Saya merasa tidak tertarik melakukannya. Untuk apa? Belum ada sesuatu yang menarik dalam kehidupan saya yang perlu dibagikan kepada banyak orang. Saya lebih suka berbagi tentang apa yang saya rasakan, tentang apa pendapat saya atas suatu hal yang pastinya saya merasa paham. Yang pasti, saya selalu terbuka atas koreksi apabila sesuatu yang saya tulis, saya ucap dan saya pikirkan keliru.
Menulis. Saya suka menulis sejak masih duduk di bangku SD. Tapi, saat itu saya lebih suka menulis cerpen. Ya, banyak inspirasi kala itu untuk menulis cerpen. Lebih karena saya sering berlangganan majalah anak-anak fenomenal pada masanya (mungkin juga sampai sekarang) yaitu Bobo. Beberapa tulisan saya -memang tidak banyak- biasanya saya ketik dan saya simpan dalam folder pribadi. Bahkan sampai sekarang masih ada. Belum saya cetak.

Menulis. Kegiatan ini masih saya jalani. Namun, seiring bertambahnya umur, saya lebih suka menulis dalam jurnal harian pribadi a.k.a Diary. Hehehe. Menulis bagi saya merupakan cara agar pikiran saya tetap waras. Saya bukan orang yang pintar berbagi atau melampiaskan perasaan pada suatu hal. Beberapa orang gemar makan untuk menjaga pikiran tetap waras, untuk sekadar pelampiasan, beberapa orang melakukan hal lain, tapi saya.. Saya lebih baik menyendiri, merenung, menulis. Banyak hal yang saya lewati, beberapa karakteristik manusia saya pelajari, berbagai macam perasaan saya rasakan, meskipun saya mengakui kalau saya belum sepenuhnya ‘khatam’ dalam mempelajari sifat dan watak orang lain. Kadang, bahkan sering saya masih merasa menggebu-gebu dan merasa tidak terima ketika orang lain memperlakukan saya atau orang-orang tersayang secara tidak adil. Namun, saya tahu, saya sedang berproses. Tidak hanya itu, saya juga telah berbagi ke beberapa orang, bisa dibilang banyak orang. Tapi, ada suatu titik di mana saya merasa berbagi ke orang-orang tertentu bukanlah hal yang tepat.

Mungkin Anda juga tahu, banyaknya teman bukan berarti banyak orang yang loyal dan bisa dipercaya. Memang, mereka tetap orang-orang baik, tapi pengertian dan kesetiaan seseorang merupakan hal yang sangat jarang yang bisa didapatkan dengan mudah dari setiap orang, even still, when they are good people. Setiap orang mungkin bisa dipercaya, setiap orang baik, namun tergantung kepada siapa kepercayaan tersebut bisa mereka jaga dengan baik. Begitu juga kita. Saya dan Anda memiliki orang-orang spesial dalam hidup di mana kita mampu menjaga rahasia mereka (dan sebaliknya) dengan sangat baik dan rapi. Semua tergantung pada pembawaan dan karakteristik masing-masing orang. Hanya hati yang bisa merasakan hati.

Kembali ke perihal menulis. Dalam blog ini, sebenarnya saya sudah menulis sejak tahun 2012. Ya, sekitar 2012 itu artinya sejak saya belum genap berumur 16 tahun. Namun, saya lihat dari postingan terakhir ada di tahun 2016. Mungkin Anda melihatnya sebagai blog yang kosong, namun sebenarnya, tulisan-tulisan lama tersebut saya simpan sebagai draft. Tidak saya hapus. Artinya juga, sudah 4 tahun lebih saya belum menulis apapun di blog pribadi ini. Jadi, mari kita mulai menulis lagi. Mari mulai berbagi lagi. Semoga bermanfaat!

Best regards,
Rahma Dewi Ayuningrum



Note: Oh, bahkan ada satu blog pribadi yang dengan sengaja saya hapus karena hanya berisi tulisan ‘cheesy’ waktu masih jadi bucin, hahaha. Peace!

No comments:

Post a Comment