Selamat Hari Senin.
Sejujurnya, saya bukan orang yang suka
menulis tentang apa yang biasa saya lakukan sehari-hari. Saya merasa tidak
tertarik melakukannya. Untuk apa? Belum ada sesuatu yang menarik dalam
kehidupan saya yang perlu dibagikan kepada banyak orang. Saya lebih suka
berbagi tentang apa yang saya rasakan, tentang apa pendapat saya atas suatu hal
yang pastinya saya merasa paham. Yang pasti, saya selalu terbuka atas koreksi
apabila sesuatu yang saya tulis, saya ucap dan saya pikirkan keliru.
Menulis. Saya suka menulis sejak masih
duduk di bangku SD. Tapi, saat itu saya lebih suka menulis cerpen. Ya, banyak
inspirasi kala itu untuk menulis cerpen. Lebih karena saya sering berlangganan
majalah anak-anak fenomenal pada masanya (mungkin juga sampai sekarang) yaitu
Bobo. Beberapa tulisan saya -memang tidak banyak- biasanya saya ketik dan saya
simpan dalam folder pribadi. Bahkan sampai sekarang masih ada. Belum saya
cetak.
Menulis. Kegiatan ini masih saya
jalani. Namun, seiring bertambahnya umur, saya lebih suka menulis dalam jurnal
harian pribadi a.k.a Diary. Hehehe. Menulis bagi saya merupakan cara agar
pikiran saya tetap waras. Saya bukan orang yang pintar berbagi atau
melampiaskan perasaan pada suatu hal. Beberapa orang gemar makan untuk menjaga
pikiran tetap waras, untuk sekadar pelampiasan, beberapa orang melakukan hal
lain, tapi saya.. Saya lebih baik menyendiri, merenung, menulis. Banyak hal
yang saya lewati, beberapa karakteristik manusia saya pelajari, berbagai macam
perasaan saya rasakan, meskipun saya mengakui kalau saya belum sepenuhnya ‘khatam’
dalam mempelajari sifat dan watak orang lain. Kadang, bahkan sering saya masih
merasa menggebu-gebu dan merasa tidak terima ketika orang lain memperlakukan
saya atau orang-orang tersayang secara tidak adil. Namun, saya tahu, saya
sedang berproses. Tidak hanya itu, saya juga telah berbagi ke beberapa orang,
bisa dibilang banyak orang. Tapi, ada suatu titik di mana saya merasa berbagi
ke orang-orang tertentu bukanlah hal yang tepat.
Mungkin Anda juga tahu, banyaknya
teman bukan berarti banyak orang yang loyal dan bisa dipercaya. Memang, mereka
tetap orang-orang baik, tapi pengertian dan kesetiaan seseorang merupakan hal
yang sangat jarang yang bisa didapatkan dengan mudah dari setiap orang, even
still, when they are good people. Setiap orang mungkin bisa dipercaya, setiap
orang baik, namun tergantung kepada siapa kepercayaan tersebut bisa mereka jaga
dengan baik. Begitu juga kita. Saya dan Anda memiliki orang-orang spesial dalam
hidup di mana kita mampu menjaga rahasia mereka (dan sebaliknya) dengan sangat
baik dan rapi. Semua tergantung pada pembawaan dan karakteristik masing-masing
orang. Hanya hati yang bisa merasakan hati.
Kembali ke perihal menulis. Dalam
blog ini, sebenarnya saya sudah menulis sejak tahun 2012. Ya, sekitar 2012 itu
artinya sejak saya belum genap berumur 16 tahun. Namun, saya lihat dari
postingan terakhir ada di tahun 2016. Mungkin Anda melihatnya sebagai blog yang
kosong, namun sebenarnya, tulisan-tulisan lama tersebut saya simpan sebagai
draft. Tidak saya hapus. Artinya juga, sudah 4 tahun lebih saya belum menulis
apapun di blog pribadi ini. Jadi, mari kita mulai menulis lagi. Mari mulai
berbagi lagi. Semoga bermanfaat!
Best regards,
Rahma Dewi Ayuningrum
Note: Oh, bahkan ada satu blog
pribadi yang dengan sengaja saya hapus karena hanya berisi tulisan ‘cheesy’
waktu masih jadi bucin, hahaha. Peace!
No comments:
Post a Comment