Bismillah.
Pertama-tama, aku mau berterima kasih sama diriku sendiri.
Aku sering sekali merasa diri sendiri belum mampu melakukan banyak hal.
Sering sekali bertanya-tanya kenapa diri sendiri pernah dilahirkan ke dunia.
Sering sekali, bangun di pagi hari, kemudian menyesal kenapa harus dibangunkan kembali untuk menghadapi hari?
Maafkan aku ya, diriku sendiri. Kamu selalu berusaha menanamkan 'do good' ke orang lain tapi kenapa tidak ke diri sendiri?
Sampai pada akhirnya aku ada di titik di mana aku ngerasa Allah menjawab semua harapanku, entah yang aku simpan di benak, atau aku ucapkan secara lisan.
Sampai pada akhirnya ada tulisan yang mana aku berterima kasih sekali untuk siapapun yang menuliskannya,
"I cannot tell you how long you still have to go through what you are going through, but I can tell you that in your way, you are going to make it through, and even if this season you do not feel that you are making any progress, the fact that you are still here and trying your best is a sign of your bravery, courage and strength"
Di titik sekarang ini, aku percaya, ketika kamu memutuskan untuk bertahan di hidup yang payah, di hidup yang menyedihkan, di hidup yang menyulitkan, itu sudah sebuah pencapaian. You are that brave to face another miserable day.
Yang membuat aku bersyukur adalah, aku selalu percaya, sangat percaya bahwa Allah gak pernah tidur.
Mungkin bagi sebagian, atau banyak orang, hal itu klise, tapi aku dan keyakinanku selalu percaya kekuatan yang Allah kasih.
Gimanapun aku juga manusia biasa. Aku banyak mengeluh. Aku banyak hard complaint. Aku selalu membandingkan kehidupanku dengan orang lain di luar sana dan aku tau banget itu semua bukan hal yang patut ditiru. Tapi kemudian, selalu ada pemahaman bahwa semua yang dituliskanNya untuk aku, untuk kita, sudah sesuai porsi.
This is 2022 dan banyak hal di 2021 yang naik turun untukku.
Aku bersyukur setidaknya 2021-ku lebih baik dibanding 2020.
The first month in 2021 was pretty hard. I saw my mom fighting the Covid. I never thought that it would be that hurt seeing your mom got sick because of Covid-19, but she made it.
3 Januari 2021 ibuku ulang tahun tapi berjuang melawan Covid-19 dan Alhamdulillah di tahun ini, tepatnya 3 Januari 2022 kemarin, ibu-ku sehat dan masih bisa mensyukuri nikmat dan sayang yang Allah berikan.
Terima kasih, Ya Allah. Terima kasih sudah membuat kami bertahan.
Di tahun 2021 juga aku menyaksikan sendiri adikku wisuda. It was the happiest moment. Ketika ibu sembuh trus beberapa bulan kemudian menyaksikan sendiri adikku wisuda dari perguruan tinggi yang mana selalu ibu-ku impikan, I don't know what to say. Allah Maha Baik. KejutanNya selalu di luar nalar.
Setelah itu, beberapa bulan kemudian, kami harus mengulang lagi kejadian yang membuat trauma di masa remaja timbul. I can't tell you about the exact situastion but it was pretty bad to see your beloved ones got ashamed. But once again, we made it. We chose life. We survived and here we are in 2022.
Aku sekarang ini belajar untuk gimana caranya memaafkan diri sendiri terlebih dahulu agar bisa memaafkan orang lain. Aku gak tahu caranya gimana. Aku gak tahu harus memulai darimana. Aku hanya gak mau memendam perasaan dendam, marah ke siapapun itu. Aku ngerasa ketika ada orang yang menyakiti aku atau keluargaku, mungkin karena ada hal di masa lalu yang kami lakukan yang juga pernah menyakiti orang lain. This world doesn't revolve around you, does it? Jadi, aku belajar ikhlas. Meski aku sendiri, sampai sekarang, gak tau ikhlas itu yang seperti apa. Bahkan, di Surah Al-Ikhlas juga kita gak nemu kata 'Ikhlas' kan?
Aku bersyukur bisa bertahan sampai sejauh ini. Kekuatan yang aku punya. Pemahaman yang aku punya. Kemampuan aku punya. Semuanya ini pemberian Allah. Pencapaian ini semua Allah berikan untuk aku dan aku gak akan ada di sini tanpa restuNya. Itu sudah menjadi pencapaian untukku. Terima kasih, Ya Allah. Terima kasih untukMu yang tidak akan pernah berhenti aku ucapkan.
Semarang, Januari 2022.
Ayu
No comments:
Post a Comment